Memahami Kegiatan Penawaran Umum Dalam Ranah Pasar Modal

Belakangan banyak yang menyinggung soal keterkaitan dengan penawaran berbagai bentuk investasi dikaitkan dengan penawaran umum dalam kerangka pasar modal. Untuk mengetahui lebih jauh, kami akan ulas di bawah ini.

Berdasarkan Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal (“UUPM”), khususnya diatur dalam Pasal 1 ayat (15) menjelaskan bahwa Penawaran Umum merupakan suatu kegiatan penawaran Efek yang dilakukan oleh Emiten untuk menjual Efek kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur dalam Undang-undang ini dan peraturan pelaksanaannya.

Berdasarkan definisi yang tersebut di atas dapat diketahui bahwa karakteristik dari Penawaran Umum adalah sebagai berikut:

  1. Penawaran umum merupakan kegiatan Penawaran Efek;
  2. Penawaran tersebut dilakukan oleh Emiten;
  3. Benda yang dijual adalah efek;
  4. Dilakukan kepada Masyarakat Luas.

Sebelum kita beranjak lebih jauh, perlu kami paparkan beberapa definisi dalam ketentuan pasal di atas, untuk mempermudah pemahaman anda.

Memahami Kegiatan Penawaran Umum Dalam Ranah Pasar Modal

 

Efek

Merujuk pada ketentuan yang tercantum dalam UUPM, khususnya pada Pasal 1 ayat (5) menjelaskan bahwa Efek merupakan surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Kontribusi kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek.

Surat Berharga

Jika menelisik Undang-Undang N0. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan, yang dimaksud Surat berharga adalah surat pengakuan hutang, wesel, saham, obligasi, sekuritas kredit atau setiap derivatif dan surat berharga atau kepentingan lain atau suatu kewajiban dari penerbit, dalam bentuk yang lazim diperdagangkan dalam pasar modal maupun pasar uang.

Di samping itu, menurut Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) dalam Buku I titel 6 dan titel 7 mengatur jenis surat berharga seperti:

  1. Wessel;
  2. Surat sanggub;
  3. Cek;
  4. Kwitansi-kwitansi; dan
  5. promes atas tunjuk. dll

Emiten

Adapun Emiten merupakan pihak yang melakukan penawaran umum atas efek sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (6) UUPM.

Lebih jauh, kegiatan penawaran umum juga harus memperhatikan ketentuan Pasal 1 ayat (15) UUPM, yang menjelaskan bahwa:

Penawaran Umum dalam angka ini meliputi penawaran Efek oleh Emiten yang dilakukan dalam wilayah Republik Indonesia atau kepada warga negara Indonesia dengan menggunakan media massa atau ditawarkan kepada lebih dari 100 (seratus) Pihak atau telah dijual kepada lebih dari 50 (lima puluh) Pihak dalam batas nilai serta batas waktu tertentu. 

Kegiatan penawaran umum yang dilakukan oleh suatu perusahaan publik tentunya harus memperhatikan ketentuan Undang-undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (“UUPT”) dan juga Pasal 1 ayat (22) UUPM, menyatakan bahwa:

Perusahaan Publik adalah Perseroan yang sahamnya telah dimiliki sekurang-kurangnya oleh 300 (tiga ratus) pemegang saham dan memiliki modal disetor sekurang-kurangnya Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah) atau suatu jumlah pemegang saham dan modal disetor yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.”

Pengecualian dari Pengertian Penawaran Umum

Namun, berdasarkan Peraturan Nomor IX.A.5 tentang Penawaran Yang Bukan Merupakan Penawaran Umum yang mengganti Keputusan Ketua Bapepam Nomor Kep- 282/PM/1992,  tanggal 24 September 1992, menjelaskan bahwa kualifikasi yang bukan penawaran umum adalah sebagai berikut:

1.      Definisi :

a)      Penawaran adalah ajakan baik secara langsung maupun tidak langsung, tersurat atau tersirat untuk melakukan suatu transaksi tertentu.

b)     Penawaran Efek adalah semua penawaran untuk menjual atau memberi kesempatan untuk membeli Efek yang terjadi dalam jangka waktu yang terpisah dari Penawaran Efek sebelumnya atau selanjutnya, dalam jangka waktu sekurang-kurangnya 12 (dua belas) bulan.

c)      Nilai Penawaran Secara Keseluruhan adalah jumlah uang dan nilai jasa, kekayaan, surat hutang, kompensasi hutang, atau imbalan lain yang akan diterima oleh Pihak yang menawarkan sehubungan dengan penawaran Efek.

d)     Media masa adalah surat kabar, majalah, televisi, radio, film, dan media elektronik lainnya, surat, brosur serta barang cetak lain yang dibagikan kepada lebih dari 100 (seratus) Pihak.

 2.      Setiap Penawaran Efek yang menggunakan media masa dianggap sebagai suatu penawaran kepada lebih dari 100 (seratus) Pihak.

 3.      Suatu Penawaran Efek bukan merupakan suatu Penawaran Umum sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, jika nilai seluruh penawaran dari Penawaran Efek tersebut kurang dari Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

 

Asharyanto/Bimo Prasetio

 

Ingin berkonsultasi tentang aspek hukum bisnis dan investasi silahkan menghubungi: info@smartcolaw.com.