pidana

Kemarin klien saya bertanya, “Kalau kita ajukan laporan ke polisi, bisa dituntut balik gak?” Menurut anda bagaimana?

Siapapun punya hak hukum untuk membuat laporan pidana atas suatu dugaan tindak pidana. Tapi apakah laporan tersebut punya dasar untuk dapat ditindaklanjuti oleh pihak yang berwajib?

Sepanjang yang disampaikan adalah kebenaran yang memiliki dasar hukum serta didukung alat bukti yang cukup, silahkan saja. Kalau sekedar mengajukan laporan pidana yang pokrol bambu, semua juga bisa, tapi buat apa?

Seringkali, orang mencari-cari argumen untuk menekan orang lain dalam bernegosiasi dengan cara melaporkan pidana. Padahal tujuan pemidanaan adalah efek jera terhadap si pelaku, bukan untuk negosiasi, apalagi minta uang kembali.

Khawatirnya, ketika Laporan Pidana sudah diproses, lalu tersangka ditetapkan, berkas akan dilimpahkan ke KeJaksaan, kita malah bingung, “Kapan uang saya dikembalikan?” | Nah, kan. Kalau tersangka mau pasang badan aja terus kita mau apa?

Seyogyanya kembali pada fitrahnya. Gunakan saluran hukum yang tepat untuk mencapai tujuan yang diharapkan, gugat ke pengadilan atau lapor pidana ke kepolisian ya?

Perdata atau Pidana ya?

Di sisi lain, memang tidak jarang suatu tindak pidana dilakukan dengan modus suatu perjanjian kerjasama. Sehingga, ketika diminta ganti rugi atau pertanggungjawaban, mereka berdalih. “Ini kan soal perdata, nanti saya kembalikan uangnya!”

Yang jadi soal kan bukan ada atau tidaknya perjanjian, tapi bagaimana proses hingga dibuatnya perjanjian itu. Apakah dilakukan dengan tipu daya, rangkaian kebohongan, menggunakan martabat palsu sehingga menimbulkan kerugian.Atau misalnya, uang yang diterima tidak digunakan sebagaimana mestinya, malah untuk kepentingan pribadi.

Berbagai yurisprudensi mengenai kasus penipuan dan penggelapan yang berkedok wanprestasi atas suatu perjanjian, juga sudah banyak. Menjadi penting untuk berhati-hati dan lebih cermat.

Fokus pada Unsur Pidana

Dalam membuat laporan ke kepolisian pun ada baiknya fokus pada siapa subjek yang dilaporkan, perbuatan apa yang disangkakan dan pasal yg menjadi dasarnya. Seluruh faktor ini berkaitan dan sangat menunjang dalam penuhan unsur dari pasal yang dijadikan dasar laporan pidana.

Ingat, kalau menggunakan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) pastikan terlapor nya adalah perorangan/individu, bukan perusahaan. Kenapa? Karena KUHP tidak mengenal konsep Corporate Crime (kejahatan korporasi).

“Tapi si pelaku mengaku sebagai direktur PT GHJ, lalu bagaimana?”

Laporkan saja tetap orang itu sebagai pribadi, yang bekerja sebagai direktur PT GHJ.

Dalam pidana, seluruh unsur pasal harus dipenuhi. Oleh karena itu harus fokus, jangan melebar ke isu yang lain. Apalagi sampai di luar dari unsur pasal yang digunakan.

Pihak Kepolisian menerima pengaduan masyarakat yang kemudian akan dieksplorasi, hingga kemudian dindaklanjuti. Namun, jangan sampai membuat laporan pidana yang masih mentah, tidak terstruktur dan terlalu banyak cerita yang melebar.

Tapi akan lebih baik kalau tetap fokus pada apa yang kita laporkan guna membantu penyidik menguraikan persoalannya. Ingat, membantu penyidik berarti membantu diri kita juga.

Berikut kiat dalam menyusun Laporan Pidana:

  1. Usahakan membuat analisa SWOT perkara.
  2. Perjelas siapa yang menjadi tersangka dalam dugaan tindak pidana tersebut.
  3. Sebutkan dengan jelas dimana lokasi dugaan tindak pidana terjadi, untuk menentukan dimana pengajuan laporan pidana.
  4. Buatlah tabel pemenuhan unsur pidana didukung daftar saksi dan bukti.
  5. Buatkan resume singkat laporan pidana untuk keperluan pelaporan.

Anda boleh membaca resume yang sudah dibuat ketika ditanya

Dengan persiapan sesuai langkah di atas, kita bisa mengukur kekuatan dan kelemahan dalam perkara tersebut. Jangan lupa, buatlah semuanya dalam bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti. Khusus untuk para lawyer, hindari menggunakan jargon hukum atau bahasa asing. Klien seringkali tidak perlu mengetahui tentang hal tersebut. Alih-alih dianggap pintar, komunikasi dengan klien malah tidak terbangun dengan baik nantinya.

Selanjutnya, tentukan strategi untuk mencapai target nya.

Salam,

Bimo Prasetio

@Bprasetio

bimo@smartcolaw.com